Piza Sourdough Lipat Buka di Blok M, Enam Saus Bisa Dipilih Sesuai Selera
- Home
- Piza Sourdough Lipat Buka di Blok M, Enam Saus Bisa Dipilih Sesuai Selera
Piza Sourdough Lipat Buka di Blok M, Enam Saus Bisa Dipilih Sesuai Selera
Piza Sourdough Lipat Buka di Blok M, Enam Saus Bisa Dipilih Sesuai Selera Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kembali kedatangan tempat makan baru yang menawarkan piza dengan pendekatan berbeda. Fresh Batch Pasaraya Blok M menghadirkan piza berbasis adonan sourdough, lengkap dengan versi lipat yang dibuat agar lebih mudah dinikmati sambil berjalan atau ketika pengunjung tidak ingin memesan satu loyang berukuran besar.
Fresh Batch mulai beroperasi sejak 22 Mei 2026 di kawasan Pasaraya Blok M. Gerai ini merupakan bagian dari Pizza Hut Indonesia, tetapi membawa konsep, tampilan, serta pendekatan menu yang berbeda dibandingkan restoran Pizza Hut pada umumnya. Fresh Batch diposisikan sebagai tempat untuk mencoba berbagai ide kuliner baru dengan sourdough pizza sebagai menu pertamanya.
Salah satu menu yang mendapat perhatian adalah Pizza Fold. Piza disajikan dalam ukuran personal kemudian dilipat sehingga dapat langsung dipegang. Pengunjung juga memperoleh pilihan saus untuk menyesuaikan rasa. Saat diperkenalkan, tersedia enam jenis saus yang dapat dipilih sesuai selera.
Berawal dari Eksperimen Pizza Hut Indonesia
Fresh Batch tidak berdiri sebagai restoran yang sama sekali terpisah dari jaringan besar. Chief Marketing Officer Pizza Hut Indonesia Elvin Rahardja menyebut Fresh Batch masih menjadi bagian dari keluarga Pizza Hut.
Perbedaannya berada pada cara konsep tersebut dikembangkan. Fresh Batch digunakan sebagai tempat menguji ide, menerima tanggapan pengunjung, dan mengetahui jenis produk yang sedang diminati konsumen perkotaan.
Blok M dipilih karena mempunyai pergerakan kuliner yang sangat cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut diisi kedai kopi, toko roti, restoran Jepang, makanan Korea, hidangan Indonesia, dessert, hingga berbagai gerai kecil yang mengandalkan produk khusus.
Menurut Elvin, pemain piza di Blok M juga belum sebanyak kategori kuliner lainnya. Kondisi itu kemudian membuka peluang untuk memperkenalkan piza sourdough dengan karakter yang berbeda dari adonan bergaya Amerika yang selama ini lebih dekat dengan konsumen Indonesia.
Gerai tersebut sekaligus menjadi tempat Pizza Hut Indonesia melihat reaksi konsumen secara langsung. Apabila sebuah menu menerima tanggapan kuat, bukan tidak mungkin ide serupa dipelajari untuk pengembangan produk lain.
Mengapa Memilih Adonan Sourdough
Perbedaan paling jelas berada pada adonannya. Fresh Batch menggunakan sourdough sebagai dasar piza. Teknik ini mengandalkan proses fermentasi yang menghasilkan karakter aroma dan tekstur berbeda dibandingkan adonan piza biasa.
Adonan sourdough cenderung memiliki cita rasa sedikit asam yang muncul selama fermentasi. Aromanya juga lebih kompleks, terutama ketika permukaan adonan terkena panas tinggi saat dipanggang.
Pada piza, fermentasi seperti ini dapat menghasilkan bagian pinggir yang berongga dengan permukaan lebih garing, sementara bagian dalam tetap mempunyai tekstur kenyal. Hasil akhirnya bergantung pada kadar air, lama fermentasi, suhu, dan teknik pemanggangan.
Fresh Batch menjadikan karakter tersebut sebagai pembeda utama. Piza tidak hanya mengandalkan banyaknya keju atau topping, tetapi juga berusaha membuat bagian dasar mempunyai rasa sendiri.
Pendekatan tersebut sesuai untuk konsumen yang mulai mengenal sourdough melalui roti artisan. Setelah menjadi populer dalam bentuk roti, teknik fermentasi serupa sekarang semakin sering digunakan untuk piza.
Pizza Fold Jadi Salah Satu Menu yang Banyak Dicari
Piza biasanya disajikan dalam satu loyang bulat kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Pizza Fold menawarkan bentuk yang lebih ringkas.
Piza dilipat sehingga topping berada di bagian dalam dan sebagian permukaannya tetap terlihat. Pengunjung dapat memegangnya menggunakan kemasan tanpa harus membawa satu kotak piza berukuran besar.
Elvin menjelaskan Pizza Fold dibuat setelah melihat karakter konsumen Blok M yang banyak berpindah dari satu tempat makan menuju tempat lainnya. Menu personal kemudian menjadi salah satu produk yang menerima respons cukup kuat sejak gerai dibuka.
Bentuk tersebut cocok dengan kebiasaan berburu makanan di kawasan Blok M. Seseorang dapat membeli satu menu, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kedai kopi, dessert, atau restoran lain tanpa harus menghabiskan satu loyang besar.
Pizza Fold juga memberi kesempatan kepada pengunjung yang baru pertama kali datang untuk mencoba rasa tertentu tanpa langsung memesan porsi besar.
“Menurut penulis, format lipat menjadi keputusan menarik karena menyesuaikan cara orang menikmati kuliner Blok M, yaitu mencoba beberapa tempat dalam satu kali kunjungan.”
Enam Pilihan Saus Membuat Rasa Bisa Diatur Sendiri
Bagian lain yang membedakan pengalaman makan di Fresh Batch adalah pilihan saus. Pizza Fold dapat dipadukan dengan enam pilihan saus yang disediakan gerai.
Saus memungkinkan rasa dasar piza berubah tanpa harus mengganti seluruh topping. Pengunjung yang menyukai rasa lebih kuat dapat menambahkan saus sesuai pilihannya, sedangkan mereka yang ingin menikmati rasa sourdough dan topping secara langsung dapat menggunakan saus lebih sedikit.
Fresh Batch belum mempublikasikan daftar lengkap enam saus tersebut melalui sumber pemberitaan utama yang tersedia. Namun, keberadaan beberapa pilihan membuat pengunjung mempunyai ruang untuk menentukan tingkat rasa sesuai selera masing masing.
Cara seperti ini juga membuat satu varian piza dapat memberi pengalaman berbeda. Topping yang sama bisa terasa lebih pedas, creamy, gurih, atau sedikit manis ketika dipadukan dengan saus berbeda.
Hal ini cukup penting untuk Pizza Fold karena ukurannya ditujukan sebagai porsi personal. Pengunjung tidak harus berkompromi dengan selera beberapa orang seperti ketika memesan satu piza besar untuk dibagi bersama.
Beef and Spinaci Menggabungkan Daging dan Bayam
Salah satu pilihan yang tersedia adalah Beef and Spinaci. Menu ini memadukan daging sapi berbumbu, bayam, mozzarella, dan saus creamy.
Perpaduan daging serta bayam membuat rasa tidak hanya didominasi unsur gurih. Bayam memberi karakter sayuran yang lebih ringan, sementara mozzarella membantu mengikat topping ketika piza masih hangat.
Saus creamy memberi kelembutan pada bagian tengah. Ketika dimakan bersama pinggiran sourdough yang mempunyai sedikit rasa asam, terdapat perbedaan rasa antara bagian adonan dan topping.
Beef and Spinaci termasuk varian yang beberapa kali direkomendasikan dalam ulasan pengunjung. Bersama Italian Sausage al Pomodoro dan Al Funghi, menu tersebut juga masuk dalam beberapa daftar rekomendasi piza Fresh Batch di Blok M.
Italian Sausage al Pomodoro Lebih Dekat dengan Rasa Piza Klasik
Bagi pengunjung yang lebih menyukai kombinasi piza dengan saus tomat, Italian Sausage al Pomodoro dapat menjadi pilihan.
Varian tersebut menggunakan sosis Italia, saus pomodoro, mozzarella, jamur, serta beberapa rempah. Saus tomat memberikan rasa asam dan sedikit manis yang membantu menyeimbangkan lemak dari sosis serta keju.
Jamur memberikan tekstur yang berbeda sekaligus aroma lebih kuat ketika dipanggang. Dengan sourdough sebagai dasar, rasa tomat tidak bekerja sendirian karena adonan sudah membawa karakter fermentasi.
Jenis piza ini lebih mudah diterima orang yang terbiasa dengan piza berbasis saus tomat. Perbedaannya akan terasa terutama pada bagian pinggir dan dasar adonan.
Pepperoni Hot Honey Membawa Kombinasi Manis dan Pedas
Fresh Batch juga menawarkan Pepperoni Hot Honey. Menu tersebut menggabungkan pepperoni, mozzarella, bawang bombai, dan hot honey.
Penggunaan madu pedas membuat profil rasanya berbeda dari pepperoni biasa. Rasa asin dari daging dan keju dipertemukan dengan rasa manis yang disertai sensasi pedas.
Bawang bombai ikut memberi rasa manis alami setelah terkena panas. Ketika semua unsur tersebut dimakan bersama, setiap gigitan mempunyai kombinasi gurih, asin, manis, serta pedas.
Hot honey sendiri semakin sering digunakan pada piza karena dapat mengurangi rasa berat dari keju dan daging. Jumlahnya tidak harus banyak karena madu mempunyai rasa yang mudah mendominasi.
Untuk pengunjung yang ingin menambah karakter lain, saus tambahan bisa digunakan sedikit demi sedikit agar tidak menutupi rasa hot honey yang sudah menjadi bagian utama menu.
Chicken Parmigiana Menawarkan Rasa Lebih Familiar
Pilihan lain adalah Chicken Parmigiana yang menggunakan ayam, saus tomat, mozzarella, serta keju cheddar.
Ayam membuat varian tersebut lebih mudah diterima konsumen yang tidak terlalu menyukai pepperoni atau sosis. Saus tomat menjaga rasa tetap dekat dengan piza klasik, sedangkan dua jenis keju membuat bagian atas terasa lebih kaya.
Cheddar mempunyai karakter lebih kuat dibandingkan mozzarella. Mozzarella terutama memberikan tekstur leleh, sementara cheddar menambah rasa gurih yang lebih jelas.
Kombinasi tersebut membuat Chicken Parmigiana dapat menjadi salah satu pilihan untuk orang yang baru mencoba Fresh Batch tetapi belum ingin masuk ke varian dengan rasa terlalu berbeda.
Margherita Membuat Adonan Lebih Mudah Dinilai
Margherita menggunakan komposisi yang lebih sederhana. Saus tomat, mozzarella, dan rempah menjadi bagian utamanya.
Kesederhanaan justru membuat kualitas adonan lebih mudah dirasakan. Tanpa tumpukan daging atau saus dalam jumlah banyak, aroma fermentasi, tekstur pinggir, dan tingkat kematangan dasar piza lebih mudah diperhatikan.
Margherita sering menjadi ukuran sederhana untuk menilai sebuah piza. Bila adonan, saus tomat, dan mozzarella bekerja dengan baik, menu tidak membutuhkan banyak tambahan.
Pada versi sourdough, sedikit rasa asam dari adonan bertemu dengan keasaman tomat. Mozzarella kemudian memberi unsur lembut yang mengurangi ketajaman keduanya.
Al Funghi Cocok untuk Penyuka Jamur
Al Funghi menjadi pilihan yang menempatkan jamur sebagai topping utama. Varian ini menggunakan saus creamy, jamur, dan mozzarella.
Jamur mempunyai aroma yang semakin kuat ketika terkena panas. Teksturnya juga memberi sensasi berbeda dibandingkan topping daging.
Saus creamy membuat rasa lebih lembut dibandingkan varian berbasis pomodoro. Ketika bertemu adonan sourdough, terdapat keseimbangan antara rasa creamy pada topping dan sedikit asam dari fermentasi.
Al Funghi juga bisa menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengurangi dominasi topping daging, meski konsumen dengan kebutuhan makanan tertentu tetap perlu menanyakan seluruh komposisi kepada petugas gerai.
Ada Piza Manis Dubai Chocolate Kunafa
Eksperimen Fresh Batch tidak berhenti pada piza gurih. Gerai tersebut juga pernah menghadirkan Dubai Chocolate Kunafa sebagai menu musiman.
Piza ini menggunakan unsur cokelat, pistachio, dan kunafa yang renyah. Kombinasinya mengikuti popularitas dessert bergaya Dubai chocolate yang sempat ramai melalui media sosial.
Penggunaan sourdough untuk piza manis menghasilkan pertemuan rasa yang berbeda. Adonan tidak sepenuhnya netral karena mempunyai sedikit keasaman, sedangkan topping cokelat serta pistachio membawa rasa manis dan gurih.
Statusnya sebagai menu seasonal berarti keberadaannya dapat berubah mengikuti periode. Pengunjung yang secara khusus ingin mencoba menu tersebut sebaiknya memeriksa ketersediaannya lebih dahulu.
Harga Disiapkan untuk Beragam Cara Makan
Informasi harga Fresh Batch dapat berbeda bergantung pada bentuk dan menu yang dipilih. Liputan6 mencatat produk sourdough di gerai ini ditawarkan mulai sekitar Rp15 ribu.
Sementara itu, daftar kuliner Blok M yang diterbitkan Nibble pada Juli 2026 mencatat piza personal mulai sekitar Rp44 ribu dan ukuran reguler mulai sekitar Rp99 ribu.
Perbedaan tersebut dapat terjadi karena format produk, ukuran, topping, atau program yang tersedia tidak sama. Pizza Fold, piza personal, serta piza reguler mempunyai bentuk penyajian yang berbeda sehingga harga tidak dapat disamakan begitu saja.
Fresh Batch juga mempunyai beberapa pilihan paket. Salah satunya menggabungkan piza dan minuman, sedangkan paket lain menawarkan dua piza atau porsi untuk beberapa orang.
Blok M Dipilih Bukan Sekadar karena Ramai
Blok M menjadi salah satu kawasan yang menarik bagi usaha kuliner karena pengunjungnya datang dengan tujuan mencari makanan, bukan semata melewati pusat perbelanjaan.
Kawasan ini mempunyai MRT, terminal bus, pusat perbelanjaan, perkantoran, serta deretan tempat makan yang berdekatan. Pengunjung dapat berpindah antar lokasi dengan berjalan kaki.
Fresh Batch melihat karakter tersebut sebagai kesempatan menguji produk. Elvin menyebut restoran dan jajanan di Blok M mempunyai konsep yang beragam, sementara jumlah pemain piza masih dianggap mempunyai ruang untuk bertambah.
Bagi merek besar seperti Pizza Hut Indonesia, lokasi semacam ini memungkinkan perusahaan menerima tanggapan lebih cepat. Konsumen muda juga terbiasa membagikan makanan yang mereka coba melalui media sosial.
Respons tersebut dapat terlihat dari rasa yang paling sering dipesan, format porsi yang dipilih, hingga menu yang kemudian kembali dibeli.
Gerainya Mengandalkan Konsep yang Lebih Ringkas
Fresh Batch tidak dibuat seperti restoran keluarga dengan banyak meja besar. Gerainya lebih ringkas dengan tempat duduk yang terbatas dan area yang sesuai untuk kunjungan singkat.
Data lokasi mencatat Fresh Batch berada di Pasaraya Shopping Centre, kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jam operasional yang tercatat saat ini sekitar pukul 10.00 sampai 22.00 setiap hari, meski jam tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan tempat. Fresh Batch Pasaraya Blok M
Bentuk gerai tersebut berhubungan dengan Pizza Fold. Konsumen tidak harus duduk lama untuk menikmati piza. Pesanan dapat dibawa ketika berpindah menuju tujuan berikutnya di kawasan Blok M.
Konsep seperti ini juga membuat piza tidak selalu ditempatkan sebagai hidangan untuk beberapa orang. Satu orang dapat datang, membeli satu porsi, memilih saus, kemudian langsung melanjutkan aktivitas.
Fresh Batch Menjadi Tempat Pizza Hut Menguji Ide
Keberadaan Fresh Batch menarik karena memperlihatkan cara perusahaan besar mencoba bergerak melalui gerai dengan identitas lebih kecil.
Elvin menyebut Fresh Batch sebagai ruang eksplorasi bagi Pizza Hut Indonesia. Perusahaan ingin kembali mendengarkan konsumen secara langsung dan melihat jenis inovasi yang memperoleh tanggapan paling kuat.
Hal tersebut membuat menu dapat lebih fleksibel. Piza sourdough menjadi eksperimen pertama, tetapi bukan berarti gerai hanya akan berhenti pada satu jenis produk.
Menu musiman seperti Dubai Chocolate Kunafa sudah memperlihatkan adanya ruang untuk mencoba rasa yang sedang ramai dibicarakan.
Pizza Fold juga lahir dari pengamatan terhadap kebutuhan pengunjung kawasan tersebut. Ketika bentuk personal ternyata banyak diminati, gerai memperoleh petunjuk bahwa konsumen tidak selalu mencari piza besar untuk dimakan berkelompok.
“Fresh Batch menjadi menarik karena piza tidak hanya diubah dari sisi topping. Cara memegang, ukuran porsi, adonan, sampai pilihan saus ikut disesuaikan dengan kebiasaan pengunjung Blok M.”
Sourdough Memberi Alasan untuk Menikmati Bagian Pinggir
Bagian pinggir piza kerap ditinggalkan ketika terlalu tebal atau hanya berfungsi sebagai penahan topping. Pada sourdough, bagian tersebut justru menjadi salah satu area yang penting.
Fermentasi dapat membentuk rongga udara di dalam adonan. Ketika dipanggang dengan tepat, lapisan luar menjadi lebih kering sementara bagian dalam mempertahankan tekstur kenyal.
Aroma panggang juga lebih mudah muncul pada bagian yang langsung menerima panas. Bercak kecokelatan atau sedikit gelap tidak selalu menunjukkan adonan terbakar, selama rasa pahit tidak muncul.
Karakter seperti ini membuat saus tambahan mempunyai fungsi lain. Setelah bagian tengah piza habis, pinggiran dapat tetap dinikmati bersama sedikit saus.
Namun, jumlah saus sebaiknya disesuaikan agar karakter sourdough tidak seluruhnya tertutup. Tujuan utama konsep tersebut tetap berada pada rasa adonan fermentasi.
Pizza Fold Cocok dengan Kebiasaan Jajan di Blok M
Blok M mempunyai pola kuliner yang unik karena banyak pengunjung tidak berhenti pada satu restoran. Mereka dapat memulai dari makanan utama, berjalan menuju kedai minuman, membeli dessert, kemudian mencoba jajanan lain sebelum pulang.
Porsi terlalu besar dapat membatasi pola tersebut. Pizza Fold menjawab kebutuhan dengan ukuran yang lebih mudah dihabiskan seorang diri.
Kemasan genggam juga mengurangi kebutuhan membawa kotak besar. Bagi pengunjung yang menggunakan MRT atau bus, bentuk tersebut lebih mudah dibawa dibandingkan satu loyang reguler.
Keberadaan enam pilihan saus kemudian menambah unsur personal. Dua orang yang memesan varian piza sama masih dapat memilih pendamping rasa berbeda.
Fresh Batch akhirnya tidak sekadar menawarkan piza dengan sourdough. Gerai ini mencoba menggabungkan adonan fermentasi, porsi personal, format lipat, serta pilihan saus dalam satu pengalaman makan yang disesuaikan dengan karakter pengunjung Blok M.
- Share









